Metrik operasional
Membaca KPI pertambangan: strip ratio dan nilai kalori
Dua angka ini menjelaskan sebagian besar biaya dan harga yang diraih perusahaan tambang. Panduan singkat tentang strip ratio dan nilai kalori.
Referensi · 5 menit baca
Ekonomi sebuah perusahaan tambang pada akhirnya bermuara pada dua pertanyaan: seberapa banyak batuan yang harus dipindahkan untuk mencapai bijih, dan berapa nilai bijih itu setelah terjual. Strip ratio menjawab pertanyaan pertama. Nilai kalori (untuk batu bara) atau kadar (grade, untuk logam) menjawab pertanyaan kedua. Pahami kedua hal ini dan sebagian besar update operasional akan mulai masuk akal.
Strip ratio: biaya untuk mencapai bijih
Tambang terbuka (open-pit) berada di bawah lapisan batuan penutup, yang disebut overburden. Strip ratio adalah berapa banyak batuan penutup itu harus disingkirkan untuk mendapatkan satu unit material yang bisa dijual. Rasio yang lebih tinggi berarti lebih banyak solar, lebih banyak jam truk, dan biaya lebih tinggi per ton yang dihasilkan.
Strip ratio
Strip ratio = overburden dipindahkan / bijih (atau batu bara) diekstraksi
- Overburden
- batuan penutup di atas lapisan (seam), diukur dalam bank cubic metres (bcm)
- Batu bara
- batu bara yang bisa dijual, dalam ton
Perusahaan tambang batu bara sering menyebutnya sebagai bcm overburden per ton batu bara. Rasio yang terus naik dari waktu ke waktu adalah sinyal bahwa batu bara yang murah dan dangkal mulai menipis.
Perhatikan trennya, bukan hanya levelnya. Dua tambang bisa sama-sama melaporkan rasio delapan; tambang yang rasionya naik dari lima dalam tiga tahun terakhir sedang menuju lapisan tanah yang lebih mahal, sementara rasio yang stabil menandakan basis biaya yang stabil pula.
Nilai kalori: berapa nilai batu bara itu
Nilai kalori (calorific value, CV) adalah energi yang dilepaskan saat batu bara dibakar, dinyatakan dalam kilokalori per kilogram. Batu bara dengan CV lebih tinggi meraih harga lebih tinggi karena pembangkit listrik membutuhkan lebih sedikit untuk output yang sama. CV dilaporkan atas suatu basis yang harus disebutkan agar bermakna:
- GAR (gross as received): mencakup kadar air yang dibawa batu bara saat dikapalkan. Basis yang paling sering dipakai dalam kontrak.
- GAD / ADB (air-dried): diukur setelah pengeringan sebagian, sehingga angkanya terbaca lebih tinggi daripada GAR untuk batu bara yang sama.
- NAR (net as received): mengeluarkan energi yang hilang untuk menguapkan kadar air, sehingga angkanya terbaca lebih rendah daripada GAR.
Membandingkan angka GAR dengan angka air-dried adalah kesalahan klasik. Selalu periksa basisnya sebelum menyimpulkan batu bara satu perusahaan tambang lebih baik daripada yang lain.
Menggabungkan keduanya
Strip ratio rendah dengan nilai kalori tinggi adalah kondisi ideal: murah ditambang, bernilai tinggi saat dijual. Strip ratio tinggi dengan CV rendah adalah kondisi terjepit, dan di situlah kenaikan harga benchmark paling berarti, karena produsen membutuhkan pasar yang kuat hanya untuk tetap profitabel. Baca kedua KPI ini sebagai satu pasangan, lalu bandingkan dengan harga yang benar-benar direalisasikan perusahaan.